Apakah Musik Rock Sudah Mati

0
109

Gragepolitan.com – Apakah musik rock sudah mati? Hampir setiap tahun, tampaknya, para kritikus musik di berbagai media musik tidak pernah berhenti menyatakan era kejayaan musik rock sudah berakhir. “Rock Is Dead Alhamdulillah ” sepertinya ini bisa menjadi judul utama sebuah artikel.

Akan tetapi bagi mereka para pecintan musik rock akan dengan tegas mengatakan “Keep On Rock’in And Rock Never Die”. Dan tahun demi tahun, contoh-contoh yang sama akan ada untuk mendukung klaim-klaim ini, tanpa kesimpulan yang ditarik ke titik yang dipertanyakan.

Pembicaraan musik rock saat ini masih menjadi hal yang dapat dengan mudah menarik perhatian. Era 90an kita akan di suguhi MOTLEY CRUE,POISON,GUNS N’ ROSES, METALLICA, BON JOVI, SLAUGHTER. Namun meskipun para regenerasi musisi rock muda mungkin masih mampu mengisi arena sendiri seperti QUEEN OF STONE AGE, HOOBASTANK, LINKIN PARK, KORN, atau LIMP BIZKIT dan MUSE, namun masih belum mampu mengembalikan kejayaan musik rock.

Lalu Apa yang dikatakan “para ahli”….???

Terkadang para pakar akan terlibat, sang “Ahli” industri akan menambahkan pemikiran dan pendapat mereka tentang apakah musik rock sudah mati…??
Kemudian para musisi muda dengan band nya bermunculan, menjelaskan bagaimana band-band rock mengeluarkan karya – karya terbaik nya, tapi riff klise yang sama ide-ide yang lelah dan pengulangan serta peniruan , menjadi upaya untuk mempromosikan riff klise mereka sendiri kepada para penikmat musik rock.
Tanpa di sadari musisi muda ini menjadi sarana nostalgia dan basi.

Flash back pada 2017, musik berubah sebuah studi yang dilakukan oleh Nielsen di AS menyimpulkan bahwa hip-hop dan R&B mengambil alih posisi rock sebagai genre yang paling banyak dikonsumsi untuk pertama kalinya. Hal ini terlihat dari penjualan album, unduhan dan aliran audio juga video, faktanya hanya dua artis non-hip-hop atau R & B yang tampil dalam Top Ten Chart yaitu  Ed Sheeran dan Taylor Swift, sementara genre-genre di atas tersebut telah menjadi trend musik terbesar di Amrik.

Namun di tahun 2017 – 2019 kita melihat bahwa Metallica adalah artis rock berkinerja terbaik, dengan sejumlah rilisan ulang, mereka mencoba menawarkan dan menjual kembali karya lama mereka untuk memanfaatkan umur panjang mereka, mungkin.

Begitu juga almarhum Michael Jackson masih memegang posisi teratas untuk penjualan album non-kompilasi terlaris sepanjang masa melalui “Thriller” dengan klaim penjualan sekitar 66 juta copy.

Namun, album lain yang telah melebihi penjualan 40 juta copy adalah mereka seperti Eagles dengan Hits Terbesar mereka (1971-75) yaitu “Hotel California” “Back in Black” dari AC / DC, “The Dark Side of Moon” milik Pink Floyd, “Meat Loaf’s” dengan Bat Out Of Hell, dan “Rumor” oleh Fleetwood Mac, dan di tambah dengan Whitney Houston dan Bee Gees sebagai satu-satunya artis pop yang memiliki album yang penjualannya melebihi 40 juta..

jadi kesimpulan nya masih optimis “Rock Never Die” dan “sepertinya” masih bertahan di antara serangan musik digital. (Dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here