Aneh Bin Ajaib..! di Cirebon Aset Desa Dikuasai Investor, Kuwu Tidak Tahu Harga

0
210

Gragepolitan, CIREBON – Dijualnya tanah milik desa seluas 3,8 hektar di Desa Pangenan Kec Pangenan Kab Cirebon kepada investor, terjadi pada tahun 2016 silam. Sehingga hal ini pun menjadi alasan bagi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kab Cirebon, H Iman jika dirinya tidak mengetahuinya secara persis.

“Seperti diketahui, Saya sendiri belum lama menjabat sebagai kepala DPMD. Namun demikian, Saya pastikan hal ini tentunya sudah dilakukan sesuai ketentuan, yang salah satunya mengacu pada Permendagri yang ada. Begitupun, dalam pelaksanaannya, seperti kaharusan, itu ada tim hingga tingkat kabupaten. Tetapi untuk lebih jelasnya, silahkan untuk mencari tahu ke Bagian Pemerintahan di Setda,” ujar Iman melalui saluran telepon genggamnya, Senin (9/11/2020).

Sementara itu, Kuwu Desa Pangenan, Cecep, membantah keras jika pada tukar guling tanah aset desa tersebut, dirinya mendapat keuntungan. Bahkan Ia mengaku, dirinya tak sepeserpun mendapat atau menikmati uang dari transaksi tanah saat itu.

Alasannya, penjualan tanah desa yang disebutnya ruislag atau tukar guling itu, dilakukan tim. Sedangkan pihaknya dari desa, saat itu hanya sebatas diundang tim pemohon beberapa kali untuk mengikuti rapat.

“Jadi tidak benar jika kami pihak desa mendapat keuntungan. Apalagi sampai miliaran rupiah. Terkait hal ini pun, kami sampai sudah dimintai keterangan oleh pihak Kejaksaan Negeri Sumber Cirebon. Allhamdulilah tidak ada apa-apa. Memang saat itu, kami kerap didatangi mereka yang mengaku dari LSM. Bahkan diantaranya disebut-sebut melaporkan kami ke kejaksaan,” paparnya.

Pada bagian lain saat ditanya berapa nilai per meter penjualan aset desanya tersebut, Cecep mengaku tidak tahu. Begitupun berapa harga per meter tanah ganti seluas lebih dari 8 hektar di Kec karang Sembung, lagi-lagi dirinya mengaku tidak tahu sama sekali.

Terpisah, Camat Muklas, yang bertugas sebagai Camat Pangenan ketika aset tanah Desa Pangenan berpindah ke investor pabrik plastik, mengatakan, selaku camat, pihaknya saat itu hanya sebatas memfasilitasi. Semuanya dilakukan sesuai atau berdasarkan Permedagri No 1 tahun 2016.

” Saya selaku camat Pangenan saat itu, sama sekali tidak ikut terlibat dalam urusan lahan tersebut,” tandasnya.(TIM gragepolitan/PRTV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here