Di Cirebon 112 Orang Ditangkap, Demo Tolak UU Ciptaker Omnibus Law Ricuh

0
174

Gragepolitan, CIREBON – Sedikitnya 112 orang ditangkap petugas saat terjadi aksi demo penolakan UU Cipta Kerja Omnibuslaw di Kota Cirebon, Kamis (8/10/2020). Penangkapan kepada ratusan pendemo terjadi di saat demo
mulai ricuh, sehingga memaksa petugas pun bertindak tegas.

Massa pendemo saat itu, terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Di antaranya dari gabungan berbagai pergerakan aksi mahasiswa, pelajar, buruh dan ormas. Aksi dipusatkan di depan gedung DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi.

Kericuhan terjadi ketika pergerakan massa, dihadang barikade petugas persis di depan rumah dinas Walikota Cirebon. Bentrokan pun tak terhindarkan massa mulai beringas melempari petugas dengan batu dan alat lainnya. Sontak petugaspun memukul mundur massa dengan menggunakan kendaraan water canon serta mengeluarkan tembakan gas air mata.

Tak lama kemudian, massa pendemo berhasil dipukul mundur dan menyebar di dua titik. Masing-masing di Jalan Siliwangi depan PGC dan di Jalan Kartini depan Masjid Raya AT-Taqwa Kota Cirebon.

Melihat situasi semakin tidak kondusif, beberapa pertokoan dan perkantoran di Jalan Siliwangi dan Jalan Kartini tak mau ambil resiko. Mereka pun terpaksa memilih langsung menutup tempat usahanya masing-masing.

Apalagi saat itu, kericuhan kembali pecah di Jalan Kartini depan Masjid Attaqwa. Massa melemparkan batu ke arah petugas dan dibalas petugas dengan tembakan gas airmata. Tak berhenti sampai di situ, para pendemo kemudiann membakar ban bekas tidak jauh dari pintu lintasan kereta.

Aksi mereka mulai mereda saat petugas menghampiri para pendemo. Sempat terjadi perdebatan alot antara sekelompok mahasiswa dari aliansi cirebon raya, hingga akhirnya pihak kepolisian mengijinkan ribuan pendemo berorasi di deoan gedung DPRD Kota Cirebon.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda, menyebutkan, awalnya aksi demo yang disampaikan mahasiswa berlangsung tertib. Mereka berorasi di depan gedung DPRD setelah sebelumnya diijinkan petugas masuk ke halaman DPRD. Namun di luar massa mahasiswa, ada kelompok lain yang melakukan pelemparan-pelemparan ke arah petugas. Aksi anarkis mereka berhasil dipukul mundur petugas gabungan.

“Situasi kemudian berhasil dikendalikan. Saat itu ada 112 orang yang diamankan. Mereka yang diamankan ini rata-rata usia pelajar. Bagaimana kelanjutannya, semuanya masih akan dilihat dari hasil pemeriksaan Satreskrim,” kata Kapolres.(TIM gragepolitan/PRTV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here